Mode Latihan Semua isi di alamat /latihan adalah simulasi — bukan data terukur, bukan peringatan resmi. Bilah ini tidak punya tombol tutup. Apa situs ini bukan

Latihan: ruas jalan putus di Jakarta

Simulasi Latihan akses jalan — bukan latihan gempa. Kamu tandai satu titik jalan sebagai putus, lalu kamu baca akibatnya: ke node mana mesin rute masih menemukan jalan, dan ke mana tidak. Premisnya kami karang. Hasilnya bukan prakiraan.

Yang mesin ini hitung — dan yang tidak

Yang dihitung. Kami keluarkan satu lingkaran jalan dari graf rute. Lalu perjalanan yang sama kami hitung dua kali — sekali di graf utuh, sekali dengan lingkaran itu dikeluarkan — dan selisihnya kami tampilkan. Itu seluruh mekanismenya.

Yang tidak dihitung. Guncangan tanah tidak kami model. Keruntuhan bangunan tidak kami model. Likuefaksi tidak kami model. Genangan tsunami — inundasi — tidak kami model. Tidak ada magnitudo, tidak ada garis sesar, tidak ada kedalaman gempa. Tidak ada satu berkas data bahaya pun di instans ini.

Lingkaran itu kamu yang pilih dan kamu yang klik. Radiusnya angka bawaan yang kami tetapkan — bukan hasil hitungan bahaya. Pilihan “Gempa” di panel peta cuma mengganti radius bawaan dan kalimat penjelasannya; mesinnya sama persis dengan longsor, banjir, dan erupsi.

Jadi kalau latihan ini selesai dan kamu merasa situs kami baru saja mensimulasikan gempa — itu keliru. Yang disimulasikan cuma jalan yang tidak bisa dilewati.

Premis — dan siapa yang bisa ikut

Simulasi Pukul 02.40 dini hari di Jakarta. Satu ruas jalan yang kamu pakai tiap hari tidak bisa dilewati — jembatan, underpass, atau gerbang tol. Kamu yang pilih titiknya. Kenapa ruas itu putus tidak penting di sini; yang dilatih membaca akibatnya.

Jakarta di judul itu latar, bukan cakupan data. Langkahnya sama persis di mana pun kamu jalankan, dan tidak ada satu pun angka di latihan ini yang disaring per wilayah.

Syarat masuk, baca sebelum mulai. Latihan ini butuh node yang sudah pernah melaporkan posisinya, dan yang namanya tidak dipakai node lain. Daftar node di panel cuma memuat node yang pernah mengirim posisi. Nama di daftar itu datang dari perangkatnya sendiri — tidak ada yang menjaminnya unik. Nodemu tidak ada di daftar, atau muncul dua kali? Latihan ini berhenti untuk node itu. Dan panel tidak akan memberitahumu: daftarnya tidak pernah kosong, jadi tombolnya tetap menjawab — tentang node orang lain. Berapa node yang terpantau dan berapa yang melaporkan posisi, halaman depan menyebut keduanya dengan penyebut dan tanggalnya.

Jalankan latihannya

  1. Buka peta, buka panel Layanan jalan, pilih Moda: mobil, motor, jalan kaki, atau sepeda. Panel membuka dengan Layanan jalan tidak tersedia atau Graf perutean belum siap? Tombol layanannya terkunci — latihan ini tidak jalan hari itu, dan tidak ada yang bisa dicatat.
  2. Pilih nodemu di daftar turun tepat di bawah Moda. Tidak ada kolom cari — kamu gulir. Gerbang dikelompokkan di atas, node lain di bawahnya, jadi abjadnya jalan dua kali. Tiap baris ditutup ukuran selnya; sel ? berarti node itu tidak melaporkan presisi posisinya, jadi kami tidak tahu seberapa kasar titiknya.
  3. Tekan Taruh titik awal, lalu klik posko atau rumahmu. Titik itu keluar dari peramban — kami kirim ke peladen ini untuk dihitung Valhalla. Baru menekan Tampilkan lokasi saya? Peta sudah berpusat di posisimu, jadi klik di tengah berarti mengirim posisimu sendiri. Geser petanya dulu.
  4. Pilih Gempa di dropdown Bencana, tekan Simulasikan ruas putus. Sebelum kamu klik, satu hal yang menentukan hasilnya: yang dikeluarkan bukan satu ruas, melainkan seluruh lingkaran di sekitar titik klikmu. Radiusnya angka bawaan per jenis bencana — panel menyebutnya saat kamu masuk mode, dan angka yang benar-benar dipakai tercetak di catatan hasil. Kalau titik awalmu sendiri ada di dalam lingkaran itu, mesin rute tidak punya tempat untuk berangkat dan jawabannya selalu “tidak ada rute jalan yang tersisa” — jawaban yang tidak mengatakan apa pun. Jadi klik titik putus yang jaraknya dari titik awalmu jelas lebih besar daripada radius itu.
  5. Baca Sebelum dan Sesudah di panel hasil — dan, kalau rutenya ketemu, baris Selisih di bawahnya. Satu tekanan tadi sudah menghitung keduanya; menekan Rute ke sel node lebih dulu cuma menyuruh mesin yang sama menghitung ulang angka yang sudah ada di layar.
  6. Hasilnya tidak ada rute jalan yang tersisa? Uji dulu, jangan catat. Node sama, titik awal sama: tekan Simulasikan ruas putus sekali lagi, lalu klik titik yang jaraknya dari titik awalmu jauh lebih besar daripada radius di catatan hasil. Ada rute yang kembali? Titik awalmu memang bisa dirutekan, jadi hasil pertama tadi benar-benar tentang jalan yang kamu putus — catat. Tetap kosong? Hasil pertama tidak mengatakan apa pun tentang jalan: titik awalmu ada di dalam lingkaran, atau mesin rute tidak bisa berangkat dari sana sama sekali. Jangan dicatat; pindahkan titik awal, ulangi. Lalu jalankan seluruhnya untuk dua sampai tiga node lain yang kamu urus.

Yang kamu catat

Simulasi Angka sebelum dan sesudah kamu baca di layar, tidak kamu salin. Yang masuk buku catatan cuma hasilnya — dan semuanya keluaran skenario karangan ini.

Di kepala catatan tulis lima syaratnya: titik awal, titik putus, moda, jenis bencana, dan radius meternya dari catatan hasil. Titik putus tidak punya pembacaan koordinat di panel mana pun, jadi tulis namanya — jembatan, simpang, gerbang tol — dan kira-kira berapa jauh dari titik awalmu. Baris dari titik putus yang berbeda tidak bisa dibandingkan. Ganti salah satu syaratnya, buka kepala catatan baru.

  • Node yang jalannya tidak lagi ditemukan mesin rute — yang sudah lolos uji langkah 6.
  • Node yang jalannya masih ketemu, tapi Selisih-nya +15 menit atau lebih. Batas itu kami tetapkan sembarang supaya catatanmu konsisten, bukan diambil dari sumber mana pun.
  • Node yang tidak berubah.

Yang latihan ini tidak buktikan

  • Graf jalannya dari OpenStreetMap, satu snapshot. Jalan yang baru dibuka atau ditutup kemarin tidak ada di situ.
  • Lingkaran pengecualian bukan peta kerusakan — kamu yang menaruhnya. Dan mesin rute menganggap semua jalan di luarnya bisa dilewati; saat bencana sungguhan itu tidak benar.
  • Rute berhenti di titik yang node itu terbitkan sendiri — bukan di tempat perangkatnya berada. Untuk node yang memangkas presisinya, titik itu pusat sel, dan perangkatnya bisa di mana saja di dalam sel. Untuk node bertanda sel ? kami tidak tahu apakah presisinya dipangkas: titik itu bisa saja posisi perangkatnya yang sebenarnya. Kalimat hasil dan catatan panel menyebut “pusat sel” untuk semua node tanpa kecuali, jadi jangan pakai kalimat itu untuk menyimpulkan sebuah titik bukan perangkat. Jangan perlakukan ujung rute sebagai lokasi siapa pun.
  • Radio tidak dihitung sama sekali di sini. Jalan putus bukan berarti radio mati — justru itu gunanya mesh.

Bahaya sungguhan bukan urusan kami. Peringatan dini tsunami keluar dari BMKG lewat InaTEWS; peta bahaya dan risiko ada di InaRISK milik BNPB. Datanya tidak kami salin, dan kami tidak mengklaim cakupan apa pun.

Kembali ke Mode Latihan · Peta · Bukan layanan darurat resmi


Data terpantau di broker MQTT publik Meshtastic pada topik msh/ID/#.
Menjalankan Meshview (AGPL-3.0) yang telah dimodifikasi · kode sumber tersedia
ver. unknown